Posts

Diary Muhrimansah, 12 November 2025

Hari ini aku agak males ngetik panjang panjang, keknya aku kali ini to the point aja, biar gak bertele-tele. Yang pasti harapannya ntah kapan dimasa mendatang aku bisa membaca ini lagi, dan tau apa saja yang aku lakukan pada hari itu. Selalu dan selalu bangun kesiangan, masih sulit untuk menjadi morning person, hari ini aja aku bangun jam setengah sembilan, karna semalem lagi lagi gak bisa tidur. Aku tidur sekitar jam tiga dini hari, gila gak tuh. Bangun tidur seperti biasa aku langsung ambil air minum, abis itu ke kamar mandi buat cuci muka, setelah itu aku break sejenak gak ngapa ngapain, persis kek orang linglung gitu pokoknya atau bahasa yg agak mengerikan yaitu 'aku sedang mengumpulkan nyawa' hehe. Abis itu ambil rokok isep satu batang siap siap packing barang bawaan aku taro ke tas, ngeluarin motor abis itu balik ke rumah. Sampe rumah aku langsung ngopi bareng temen dirumah ku namanya imam, dia temen ngopi setia aku. Jadi, sembari ngopi dan ngudut aku juga ngerjain tugas ...

Diary Muhrimansah, 11 November 2025

Hari-hari dipenuhi kebingungan lagi dan lagi, kek "gimana ya caranya dapetin 1 miliyar pertama". Pertanyaan kek gitu tuh sering banget muncul dikepala, apalagi kalo lagi badmood wah bisa kayak benang ruwet tuh dalam kepala. Contohnya hari ini, aku bangun jam 12 siang karna malemnya aku begadang karna gak bisa tidur sampe jam 3 pagi, alhasil bangun kesiangan deh sampe jam 12 siang. Tapi aku udah berusaha kok buat benerin jam tidur aku heheh. Bangun jam 12 siang gak langsung bangung dari kasur, nyari hp dulu cek pesan dan scroll tiktok kira kira sampe jam 1 siang. Abis itu cuci muka kedapur ambil piring, nasi, lauk pauk lalu makan siang, abis itu lanjut mandi kemudian lanjut ke kampus, karna udah janjian sama dosen pembimbing skripsi buat ketemu, mampir dulu ke outlet temen aku dia jualan minuman, aku mampir buat beli matcha latte dulu hehe. Agendaku ke kampus yaitu minjem buku buat bahan penulisan proposal skripsi. Selesai itu pulang tapi ternyata diluar ujan alhasil duduk dul...

Diary Muhrimansa, 10 November 2025

Sebelum menulis diary yg semacam ini, saya pernah membaca buku berjudul "The art of stoicism" karya Adora. Salah satu kalimat yg membikin saya berpikir ulang adalah untuk membiasakan menulis jurnal atau menulis semacam diary, apa saja kegiatan kita, kapan itu dilakukan dan dengan siapa kita melakukan. Dari situ saya berpikir, "kenapa gak dari dulu menulis diary ya??" Dengan penuh heran. Padahal menulis diary begitu banyak manfaatnya bagi kita, bagi keberlangsungan hidup kita tentunya hehehe. Karena saya barusan dapet pencerahan selepas membaca buku the art of stoicism dan juga mumpung lagi inget, maka saya kali ini berusaha untuk rutin membuat diary dan ini menjadi diary saya yg pertama yang akan menceritakan saya dari bangun tidur hingga tidur lagi. Let's jump of it. Hari ini tuh rasanya kayak imbang energinya, antara energi positif dan negatif jadi kek semangat dan gak semangat, ntah kenapa mungkin bangun agak kesiangan. Jadi, tadi Bagun sekitar pukul 8 karena...

7 Cara Kurangi Distraksi Saat Bekerja

Image
Source: pinterest  Banyak orang tidak kehabisan waktu. Mereka hanya kehilangan fokus berkali-kali tanpa sadar. Sebuah studi dari University of California, Irvine menemukan bahwa dibutuhkan rata-rata 23 menit 15 detik untuk kembali fokus setelah terganggu. Artinya, satu notifikasi kecil bisa mencuri seperempat jam energi otakmu. Jika dalam sehari kamu terdistraksi 10 kali, itu sama saja seperti membuang lebih dari 3 jam produktivitas. Seorang karyawan membuka laptop pukul 09.00. Lima menit kemudian, WhatsApp menyala. Tak lama, email masuk. Belum selesai membaca, muncul pop-up Slack. Ia coba kembali bekerja, tapi pikirannya sudah buyar. Sekilas tampak sibuk, padahal sebenarnya ia tidak benar-benar bekerja. Ia hanya berpindah-pindah perhatian. Situasi ini bukan pengecualian, melainkan rutinitas baru. Dunia digital memudahkan kita mengakses segalanya, termasuk gangguan. Akibatnya, pekerjaan terasa lebih melelahkan meskipun tidak lebih berat. Otak terus terpotong alurnya, seperti membac...

7 Kebiasaan Yang Membuatmu Tak Terkalahkan

Image
 Kebanyakan orang berpikir kekuatan hidup hanya ditentukan oleh hal besar: uang, koneksi, atau keberuntungan. Nyatanya, penelitian psikologi modern menunjukkan bahwa yang membuat seseorang tampak tak terkalahkan justru terletak pada kebiasaan kecil yang sering diremehkan. Dalam bukunya Atomic Habits, James Clear menjelaskan bahwa perubahan kecil yang konsisten mampu menghasilkan perbedaan luar biasa. Bahkan peningkatan 1% setiap hari bisa menjadikan seseorang jauh lebih unggul dibanding mereka yang stagnan. Kebiasaan kecil bukan sekadar rutinitas, tapi representasi karakter dan kualitas berpikir. Orang yang terlihat “tak terkalahkan” biasanya bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang punya fondasi kuat dalam mengelola diri. Di sinilah elegansi sejati dalam hidup terbentuk, bukan dengan pamer kemenangan, tetapi dengan stabilitas kebiasaan sederhana yang jarang disadari orang lain. 1. Disiplin pada hal kecil Dalam The Power of Habit karya Charles Duhigg, disiplin kecil s...

Ikuti rencananya jangan moodnya

Image
Pinterest; Adolescene

puisi puisi

  1. Tentang Senja Senja merunduk di ufuk barat, langit terbakar jingga lembut, burung pulang dalam diam pekat, angin membawa rindu yang surut. Waktu berhenti sejenak saja, antara kenang dan doa sunyi, aku menulis namamu di dada, dengan tinta tak terlihat lagi. 2. Rindu di Balik Jendela Hujan mengetuk kaca perlahan, seperti ingin menyapa bayangmu, tiap tetesnya jadi ingatan, tentang malam dan tawa dahulu. Aku menunggu dalam diam dingin, menyulam rindu jadi selimut harapan, jika esok kau datang kembali, akan kubuka pintu dengan pelukan. 3. Alam yang Bercerita Gunung berseru lewat kabut pagi, sungai bernyanyi lirih menyusuri lembah, pepohonan menari dalam desah angin, alam berbicara tanpa kata. Andai manusia mau mendengar, tak perlu lagi bencana datang, bumi hanya ingin dijaga, bukan diluka tanpa ampun. 4. Ibu Di pelukanmu kutemukan damai, di matamu cinta tak bersyarat, tanganmu menghapus segala tangis, doamu penjaga langkahku siang malam. Ibu, en...