puisi puisi

 


1. Tentang Senja
Senja merunduk di ufuk barat,
langit terbakar jingga lembut,
burung pulang dalam diam pekat,
angin membawa rindu yang surut.

Waktu berhenti sejenak saja,
antara kenang dan doa sunyi,
aku menulis namamu di dada,
dengan tinta tak terlihat lagi.


2. Rindu di Balik Jendela
Hujan mengetuk kaca perlahan,
seperti ingin menyapa bayangmu,
tiap tetesnya jadi ingatan,
tentang malam dan tawa dahulu.

Aku menunggu dalam diam dingin,
menyulam rindu jadi selimut harapan,
jika esok kau datang kembali,
akan kubuka pintu dengan pelukan.


3. Alam yang Bercerita
Gunung berseru lewat kabut pagi,
sungai bernyanyi lirih menyusuri lembah,
pepohonan menari dalam desah angin,
alam berbicara tanpa kata.

Andai manusia mau mendengar,
tak perlu lagi bencana datang,
bumi hanya ingin dijaga,
bukan diluka tanpa ampun.


4. Ibu
Di pelukanmu kutemukan damai,
di matamu cinta tak bersyarat,
tanganmu menghapus segala tangis,
doamu penjaga langkahku siang malam.

Ibu, engkau puisi paling indah,
yang ditulis Tuhan dengan kasih abadi,
dalam hidupku, engkaulah cahaya,
yang takkan redup meski waktu pergi.


5. Di Tengah Sepi Kota
Kota ini tak pernah tidur,
tapi aku terjaga dalam sunyi,
lampu-lampu menari di aspal basah,
tak satu pun tahu isi hatiku.

Di keramaian, aku mencari makna,
mungkin bukan tempat, tapi rasa,
dan kutemukan diriku sendiri,
di antara langkah yang tak saling menyapa

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa Hedonis: Antara Tuntutan Gaya Hidup dan Realita Pendidikan

Resensi buku The power of language