7 Cara Kurangi Distraksi Saat Bekerja

Source: pinterest


 Banyak orang tidak kehabisan waktu. Mereka hanya kehilangan fokus berkali-kali tanpa sadar.


Sebuah studi dari University of California, Irvine menemukan bahwa dibutuhkan rata-rata 23 menit 15 detik untuk kembali fokus setelah terganggu. Artinya, satu notifikasi kecil bisa mencuri seperempat jam energi otakmu. Jika dalam sehari kamu terdistraksi 10 kali, itu sama saja seperti membuang lebih dari 3 jam produktivitas.


Seorang karyawan membuka laptop pukul 09.00. Lima menit kemudian, WhatsApp menyala. Tak lama, email masuk. Belum selesai membaca, muncul pop-up Slack. Ia coba kembali bekerja, tapi pikirannya sudah buyar. Sekilas tampak sibuk, padahal sebenarnya ia tidak benar-benar bekerja. Ia hanya berpindah-pindah perhatian.


Situasi ini bukan pengecualian, melainkan rutinitas baru. Dunia digital memudahkan kita mengakses segalanya, termasuk gangguan. Akibatnya, pekerjaan terasa lebih melelahkan meskipun tidak lebih berat. Otak terus terpotong alurnya, seperti membaca buku sambil menyetel TV dan menjawab telepon sekaligus.


Dalam buku Deep Work karya Cal Newport, dikatakan bahwa gangguan bukan hanya mengurangi produktivitas, tetapi juga membuat kualitas kerja menurun drastis. Orang jadi tidak bisa berpikir mendalam karena atensinya terbagi kecil-kecil. Dan yang paling berbahaya, semua itu terasa normal.


1. Lindungi waktu fokus seperti kamu melindungi uang

Cal Newport menyebut waktu kerja dalam kondisi mendalam sebagai aset intelektual yang paling bernilai. Buat blok waktu harian khusus tanpa interupsi. Matikan semua notifikasi dan anggap jam itu seperti pertemuan penting yang tak bisa diganggu siapa pun.


2. Jangan percaya pada multitasking

Buku The Myth of Multitasking karya Dave Crenshaw menunjukkan bahwa otak manusia tidak didesain untuk mengerjakan dua hal sekaligus. Yang terjadi hanyalah switch-tasking, yaitu berpindah tugas dengan biaya mental tinggi. Setiap kali kamu beralih dari menulis ke mengecek Instagram, otakmu kehilangan kecepatan.


3. Buatlah to-do list yang masuk akal, bukan ambisius

Greg McKeown dalam Essentialism mengingatkan bahwa terlalu banyak tugas justru membuat kita kehilangan arah. Fokus pada tugas yang benar-benar penting. Satu pekerjaan yang selesai dengan baik lebih berarti daripada lima yang setengah jadi.


4. Jaga lingkungan kerja dari kekacauan visual

Lingkungan yang berantakan menciptakan micro-distraksi. Buku Atomic Habits oleh James Clear menjelaskan bahwa lingkungan membentuk kebiasaan. Meja bersih, layar tertutup dari gangguan, dan ruangan tenang lebih berpengaruh daripada niat yang kuat sekalipun.


5. Gunakan teknik Pomodoro sebagai pagar waktu

Dalam The Pomodoro Technique oleh Francesco Cirillo, kamu bekerja selama 25 menit penuh lalu istirahat 5 menit. Teknik ini membantu menjaga ritme fokus dan memberikan otak jeda untuk menyerap. Satu hari bisa dibagi menjadi 8 pomodoro untuk pekerjaan prioritas tinggi.


Kalau kamu merasa sering kewalahan, belum tentu kamu malas. Bisa jadi kamu hanya terlalu banyak dipotong gangguan. Untuk tips reflektif dan taktis lain, berlangganan di logikafilsuf. Kita belajar berpikir jernih di dunia yang bising.


6. Latih otak untuk terbiasa bosan

Adam Grant dalam bukunya Think Again menyebut bahwa orang yang bisa duduk dalam kebosanan cenderung punya kreativitas lebih tinggi. Jangan buru-buru buka ponsel saat jeda kerja. Diam sejenak bisa mengembalikan fokus lebih tajam daripada scrolling tanpa arah.


7. Buat ritual mulai dan selesai kerja

Charles Duhigg dalam The Power of Habit menjelaskan pentingnya rutinitas awal untuk memicu mode kerja. Bisa sesederhana membuka laptop, menuliskan niat hari itu, lalu menyeduh kopi. Penutupan pun penting. Selesaikan dengan meninjau pencapaian agar otak tahu bahwa kerja hari itu sudah selesai.


Distraksi tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Tapi kamu bisa belajar menjinakkannya. Fokus bukan soal kekuatan kemauan, tapi soal membangun sistem yang membebaskan pikiran dari gangguan tak penting.


Tulis di komentar: dari 7 cara di atas, mana yang paling ingin kamu praktikkan hari ini

Bagikan ke temanmu yang tampak sibuk sepanjang hari tapi selalu merasa tak produktif. Bisa jadi, yang mereka butuhkan bukan lebih banyak waktu, tapi lebih sedikit distraksi.



Kunjungi: @logikafilsuf

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa Hedonis: Antara Tuntutan Gaya Hidup dan Realita Pendidikan

puisi puisi

Resensi buku The power of language