M. Riski. F
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK BAB 5
Muhammad riski firmansah 2188203052 PBI
I. Identitas buku
a. Judul buku : Perkembangan Peserta Didik
b. Nama pengarang : Bambang Ariyanto
c. Nama penerbit : UNU Press
d. Tebal buku : 17,5cm × 25cm ; hal ; ×+257
e. Cetakan 1
f. Tahun terbitan : 2021
II. Riwayat kepengarangan
- Bambang Ariyanto
Lahir di Negeri ujung Karang, 08 juni 1987
Riwayat pendidikan : SDN 3 Negeri Ujung Karang, SMPN 1 Negeri Ujung Karang, SMK Ma'arif 1 Metro, S1 PGMI STAI Ma'arif Metro-Lampung, S2 Progam studi pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Jakarta
Pengalaman kerja : Dosen tetap UNU Lampung, Tim pengembang kurikulum SLB Harapan Ibu Metro Lampung, Tutor PAUD UT. UPBJJ Bandar Lampung
Karya : Kajian teori filsafat pendidikan anak usia dini, Dasar-dasad pendidikan anak usia dini, dan Perkembangan peserta didik
BAB 5
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL
A. Pengertian perkembangan sosial
Perkembangan sosial selfie (pribadi dalam masyarakat), yakni pribadi dalam keluarga, budaya, bangsa dan seterusnya, adapun hurlock (1978) mengutarakan bahwa perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Menurut hurlock dalam ingridwati (2007) belajar hidup bermasyarakat sekurang-kurangnya memerlukan 3 proses berikut
1.belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial, setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima dalam kelompok masyarakat
2.memainkan peran sosial yang dapat diterima. Kelompok peserta didik dituntut untuk memainkan peran sosial dalam bentuk pola-pola kebiasaan yang telah disetujui dan ditentukan oleh para anggota kelompok.
3.perkembangan sikap sosial, peserta didik dapat melakukan sosialisasi dengan baik apabila sikap dan perilakunya diterima sesuai dengan standar kelompok ditempat peserta didik menggabungkan diri
B. Tahap-tahap perkembangan sosial
Berikut ini tahap-tahap pada masa kanak-kanak sampai akhir
1.masa bayi
Perkembangan hubungan sosial dimulai dengan tangisan bayi setelah dilahirkan. Kemampuan, sikap dan hubungan sosial pada bayi masih potensial (belum dapat mengkomunikasikan kebutuhannya) respon bayi di reka-reka oleh ibunya atau pangasuhnya.
2.masa kanak-kanak
Pada saat umur 3-5 tahun muncul sikap egosentris dan sikap merajai lingkungan. Sikap egosentris kemudian berkurang dan muncul perilaku altruistis. Anak anak menarik perhatian sekitar diikuti upaya mencari persahabatan
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial
Ada sejumlah faktor sebagai berikut (ingridwati, 2007)
1.kesempatan dan waktu untuk bersosialisasi, hidup dalam masyarakat dengan orang lain
2.kemamouan berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dimengerti peserta didik maupun orang dewasa yang lain.
3.motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi.
4.metide belajar efektif dan bimbingan bersosialisasi.
D. Upaya optimalisasi perkembangan sosial
Upaya-upaya ini dilakukan secara bersama-sama oleh manusia. Hal ini diharapkan agar perkembangan sosial pada anak dapat berjalan dengan baik dan bisa melahirkan generasi unggulan yang cerdas dan bijak dalam bertindak.
E. Peranan kelompok dan permainan
Permainan atau bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir, dilakukan dengan sukarela.melalui kegiatan bermain, anak juga belajar sesuatu. Dalam permainan terdapat manfaat untuk latihan fungsi, guna melatih fungsi motorik kasar melalui permainan kerjar-kejaran dan bermain bola.
F. Penyesuaian sosial
Menurut (hurlock, 1990), anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik mempelajari berbagai keterampilan sosial seperti kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain (teman, orang yang tidak/belum kenal) dan menolong orang lain sehingga menjadi anak yang disenangi. Kemampuan tersebut diharapkan semakin lama semakin meningkat sesuai dengan usia dan tugas perkembangannya.
Mantap kak, berbakat sebagai penulis, sangat cocok ikut liga dangdut
ReplyDeleteBagus kak
ReplyDelete