Aku Menyelamatkan Banyak orang Tapi Siapa yang Menyelamatkan ku?
Pertama aku ingin ucapkan bahwa kamu hebat karena memiliki empati yang besar dan sangat mengerti tentang keadaan seseorang.
https://wahyusiswaningrum.wordpress.com/2012/09/08/im-fine/
Tragedi mulai muncul ketika kamu terlalu berempati terhadap orang-orang. Kamu menjadi orang yang terlalu baik untuk merasakan penderitaan mereka, kamu tidak hanya mengamati mereka tetapi juga merasakan penderitaan mereka. Kamu terlalu baik teman!. Kamu selalu mengingatkan mereka bahwa aku selalu ada untukmu, kamu tidak ingin mereka merasa sedih. kamu menyayangi mereka, menjadi pendengar yang setia dan giliran ketika masalah datang kepadamu, kamu tidak ingin membagikan kesusahanmu itu kepada temanmu karena kamu tahu itu hanya membuat mereka terbebani. Kamu lebih memilih menahan sakit sendirian dari pada harus membebani mereka. Karena kamu terlalu menghayati kalimat "tanpa pamrih -tak mementingkan diri sendiri-".
Tragedi semacam itu lah yang pernah aku alami, aku terlalu penuh perhatian terhadap mereka, aku terlalu baik tanpa sadar bahwa dunia tidak semurni dan seoptimis yang aku pikirkan. Tidak semua orang dapat memperlakukan sama seperti apa yang aku lakukan terhadap mereka dan tidak semua orang dapat merawat dengan persis ketika aku merawat mereka. Sampai pada akhirnya aku menyadari bahwa.
Penderitaan bukan datang dari musuh, melainkan datang dari orang yang kamu anggap sebagai orang terdekat, bahkan orang yang kamu anggap dekat sekalipun akan meninggalkan mu tanpa memperdulikan momen yang pernah kamu bagikan kepadanya.
Dan tragediku adalah aku menyelamatkan orang-orang, aku selalu ada kapanpun mereka membutuhkan ku. Aku mencintai mereka, peduli dengannya ketika mereka melalui hari penuh kegelapan. Lalu siapa yang menyelamatkan ku ketika aku merupakan salah satu yang membutuhkan itu? Siapa yang mau menjulurkan tangan ketika aku terjerembab di kegelapaan hari? Siapa yang ada untukku ketika aku bingung untuk melanjutkan?
Kadang kala aku merasa iri dengan mereka yang dikelilingi orang-orang disekitarnya. Bagaimana rasanya mempunyai banyak teman dalam lingkar pertemanannya yang mencintai mu dan selalu mendukungmu? Mungkin akan terasa menyenangkan dan mungkin juga akan memberikanmu dorongan.
Tetapi perlu diketahui teman!, bahwa tidak 100 persen teman-temanmu dapat dipercayai. Sedikit dari mereka senang ketika kamu sedang jatuh atau sedang terpuruk, tetap berhati-hati kepada siapa kamu harus percayai.
Sebagai orang yang sedang belajar secara perlahan tentang bagaimana indahnya menjadi independen -yang dari faktanya bahwa aku sedang berjuang di kehidupanku sendiri.
Dan juga aku lah yang menyelamatkan diriku sendiri, hanya diriku yang ku punya. Jadi aku yang akan menyelamatkannya.
THANKS:)
Comments
Post a Comment