Banyak Hal yang Membuat AKU Menjadi Diam

Beritahu aku jika AKU disini benar-benar KAMU!

source: pixabay


Mereka bilang, pengalaman adalah guru yang paling hebat. Tetapi tidak ada yang mengatakan seberapa besar rasa sakit yang harus aku terima sehingga membuat aku benar-benar menjadi orang pendiam. Aku bisa saja menghindari rasa sakit tersebut, tetapi apakah pengalaman itu akan tetap hinggap dalam diriku dengan mengabaikan rasa sakit tersebut, yang pasti aku harus menerima rasa sakit tersebut sehingga aku bisa menyelamatkan diriku di masa depan dalam bentuk keberhasilan. Tidak ada pilihan lain yang ada hanya lakukan.
Mungkin inilah alasan mengapa aku senang menjadi orang yang independen. Aku biasa melakukan sesuatu hanya dengan diriku sendiri karena aku tidak ingin menyusahkan orang lain. Aku tidak ingin bergantung banyak hal kepada mereka, aku takut dikemudian hari mereka menagih ku untuk memperlakukan mereka seperti mereka memperlakukan aku. Aku sama sekali tidak ingin mengecewakan mereka jadi aku membuat hidupku menjadi diam, dan tidak terlalu berekspektasi apapun terhadap mereka ataupun bahkan menyalahkan mereka. Aku akan tetap menyalahkan diriku sendiri apapun yang terjadi bahkan tentang mimpi -cita-cita- sekali pun.
Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana aku bisa mengatur diam ku disetiap kondisi yang dimana itu merugikan diriku? Yang pasti aku tidak ingin orang-orang melihat betapa rusak dan tak berdayanya yang aku rasakan. Aku harus terlihat kuat untuk melindungi diriku jadi, tidak ada yang bisa menyakitiku. Didalam diriku terdapat jiwa paling lembut yang hanya ingin merasa dicintai, dimengerti dan diperhatikan. Dan sampai sekarang ia masih mendambakan semua itu. Melihat kembali kebelakang bahwa aku masih belum menerima permintaan maaf yang pantas aku dapatkan, tetapi tak apa. Karena aku tidak bisa membuat mereka melakukan apa yang aku mau.
Pada akhirnya, tidak semua perselisihan layak untuk di perjuangkan. Untuk kedamaian pikiranku, aku putuskan untuk meninggalkan itu semua dan menerimanya dengan lapang dada. Dan seperti kata pepatah It is what it is (mau gimana lagi :/).

Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa Hedonis: Antara Tuntutan Gaya Hidup dan Realita Pendidikan

puisi puisi

Resensi buku The power of language