Kenapa Merasakan Apa Yang Mereka Rasakan adalah Satu-satunya Jalan Untuk Mengerti?

         Source: pixabay


Sebelum kamu menilai seseorang atau berbicara seakan kamu tahu segala hal tentang situasi mereka, luangkan sedikit waktu untuk berefleksi. Apakah kamu sudah pernah berada diposisi mereka, apakah kamu pernah melewati malam demi malam yang mereka lalui setiap hari, dengan segala kebisingan yang ada pada kepala mereka. Penting sekali untuk tidak berekspresi seolah kamu tahu segalanya yang mereka lalui. Melebih-lebihkan cerita atau menyebarkan informasi yang salah hanya akan membuat salah paham (misunderstanding). 

Semua orang punya permasalahan yang ia hadapi dan tak menutup kemungkinan masalah mereka belum tentu sama dengan kita -rasanya, beratnya, air mata yang keluar- dan kita harus mendekati mereka dengan empati bukan malah berasumsi. Mari menjadi lebih bijaksana, lebih banyak mendengar dan menghindari hal-hal negatif ketika kita tidak tahu keseluruhan cerita yang mereka hadapi.

Fakta hari ini bahwa dunia sudah berubah, dengan mudahnya kita bisa terhubung dengan dunia sangatlah mudah menilai orang di sosial media atau berasumsi seakan mengerti kehidupan seseorang berdasarkan sekelumit cerita hidupnya. Bagaimanapun ini dapat menggiring opini orang untuk ikut menilai kehidupan seseorang, yang faktanya hanya akan menimbulkan salah pemahaman, interpretasi dan memperluas kesalah kaprahan informasi ataupun mempertajam rumor yang beredar.

Mungkin kita semua pernah melakukan kesalahan itu di beberapa cerita  -membuat asumsi tentang kehidupan seseorang, perilakunya, tingkah lakunya, kebiasaannya. Tanpa mengetahui betul versi lengkap cerita tersebut.Tetapi ada pelajaran yang paling penting untuk diketahui disini bahwa kita harus ingat: jika kamu belum pernah berada diposisi mereka, kamu tidak bisa berasumsi bahwa kamu tahu cerita yang sesngguhnya dari seseorang.

Sulit untuk mengerti bahwa kamu tidak tahu apa yang kamu tidak ketahui, untuk mengerti bahwa kamu tidak benar-benar tahu jalan cerita seseorang. Hidup itu komplek dan setiap orang menghadapi tantangan-tantangan dalam hidupnya yang mungkin kita tidak pernah lihat dan mengerti. Ketika kita menemui secuil jalan cerita seseorang, dengan mudahnya kita membuat penilaian dengan cepat, terlebih ketika berpikir bahwa kita memiliki sudut pandang atau solusi tentang masalah itu. Mungkin kamu akan berkata pada mereka "kalo aku sih gak akan pernah melakukan itu" atau "jika aku jadi kamu, aku akan menyelesaikannya dengan cara yang berbeda". Tetapi yang jelas, ketika kita berada disituasi mereka, dengan emosi yang mereka hadapi, ketakutan, dan tekanan. Kita tidak akan tahu, bagaimana kamu harus bereaksi tentang semua permasalahan tersebut.

Masing-masing orang mempunyai pengalaman yang membentuk keunikan mereka, mental mereka,  keadaan emosi mereka dan support system. Seseorang mungkin berjuang menyembunyikan itu dari orang lain, mencoba membuat mudah bagi orang-orang untuk mengkritisi. Tetapi ketika kita melakukan hal ini, kita sama saja mengurangi realitas pengalaman seseorang dalam menginterpretasikan cerita kita dan cenderung membuatnya lebih singkat dari pada cerita yang sesungguhnya.

Yang perlu kita pikirkan yaitu bagaimana cara membangun sikap empati.

Pada akhirnya kita hanya berjalan dengan sepatu kita masing-masing, kita hanya melihat sedikit dari kehidupan mereka, tersaring melalui persepsi dan bias. Sangat krusial untuk mengenali ini dengan cara pendekatan  yang lemah lembut, bukan menilai baik atau buruk mereka. Dengan menghapus kebiasaan seakan kita tahu segalanya tentang kehidupan seseorang dan dengan memilih bersikap empati dari pada berasumsi, kita dapat membantu menciptakan budaya yang lebih dari pada mengerti  keadaan seseorang. menciptakan kasih sayang dan terbebas dari rumor yang bisa merugikan seseorang.

Suatu saat ketika kamu sangat tergoda untuk memberikan penilaian ataupun membagikan sebuah gosip, terlepas itu di dunia nyata ataupun di dunia maya (snap story), mohon untuk berhenti sejenak dan tanyakan pada dirimu sendiri: apakah aku benar-benar tau apa yang orang ini lalui? Apakah aku benar-benar membantu dalam situasi yang dia lalui atau malah menambahkan hal buruk padanya?

Jika kita mengambil momen sebentar untuk berfikir kembali sebelum berbicara, kita dapat menumbuhkan  lebih banyak rasa empati dan saling menghormati antar sesama, keduanya, dunia maya dan dunia nyata!


THANK YOU :)


Comments

Popular posts from this blog

Mahasiswa Hedonis: Antara Tuntutan Gaya Hidup dan Realita Pendidikan

puisi puisi

Resensi buku The power of language